Saat hendak berangkat bekerja aku berpapasan dengan tetanggaku, seorang wanita yang aku tebak umurnya sekitar 70-an. Walaupun sudah lebih dari setahun kami bertetangga, tetapi aku tidak tahu banyak tentang dia, cuma sekali dua kali kami berpapasan dan berbincang sekadarnya. Dengan bersusah payah dia membawa kasurnya keluar, nampaknya dia ingin membuang kasurnya. Aku tidak membayangkan bagaimana dia membawa double bed itu dari lantai 1.
Aku menawarkan bantuanku, ‘Let me help you, madam!
‘No, I manage to take this bed, it’s fine’ katanya sambil terengah-engah. Tapi aku memaksanya untuk membantunya dan tanganku menggapai tali yang ada di bed itu. Tapi dia menghentikan gerakanku.
‘It’s fine, “katanya lagi.
“Are you sure?” kataku, tapi aku tak berani memaksanya menerima bantuanku.
Nada bicara maupun ekspresinya mengingatkanku pada pengalamanku sendiri. Ketika seorang menawarkan bantuan padaku, aku menolak uluran tangan mereka. Meskipun mereka berkata. “Aku ingin membantu Anda”, namun yang kudengar adalah “Anda tidak mampu melakukannya.” Namun sekarang aku paham bahwa mereka hanya bermaksud baik.
Disadari atau tidak sebenarnya kita semua membutuhkan bantuan orang lain, bantuan dari seorang teman, saudara keluarga bahkan orang asing. Namun kadang kita terlalu egois untuk menerima bantuan orang lain lebh buruk lagi kadang malah berpikir negatif akan bantuan itu. Mengira-ngira ada udang di balik batu. Yang paling penting adalah kita membutuhkan pertolongan Tuhan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama saat melakukan tugas tanggung jawab kita. Kita membutuhkan kekuatan dari-Nya. Dan itu hanya kita peroleh jika kita membiarkan Dia mengatur hidup kita dan menyediakan waktu bagi-Nya
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.
Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri Anda.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak
mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan
Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti Anda
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,
Kita semua menjawab kepada Tuhan
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih diberi kehidupan







Hi, Bibomedia, thanks for visiting our blog.